Sabtu, 20 April 2013

Permesinan Utama ( Main Engine ).


Permesinan Utama atau Main Engine adalah Mesin Penggerak Utama , Penggerak Utama untuk membangkitkan tenaga pennggerak untuk mendorong Kapal , Penggerak Utama dapat berupa ;

1. Mesin Diesel.
2. Mesin Uap.

- Mesin Diesel merupakan pesawat yang melakukan pembakaran didalam mesin itu sendiri.
- Mesin Uap atau Turbin Uap pembakaran diluar mesin motor itu sendiri.

Mesin Uap ( Sleam Engine ) , Mesin Uap terbagi dalam Mesin Uap Torak , dalam Mesin Uap ini sebuah Torak ( piston ) , digerakan bolak-balik oleh tekanan uap , gerakan bolak-balik dibuat menjadi putaran ( rotasi ) oleh sebuah engkol.Turbin Uap , pada turbin puap memuai sehingga menghasilkan arus uap berkecepatan tinggi yang menekan sudut-sudut untuk memutar Emperan ( roda ) pada mesin uap.

Peralatan Mesin Uap.

·                               Uap ( steam)
·                               Pipa air pengisi ( Feed Water)
·                               Bahan Bakar
·                               Air Laut
1.  Ketel Boiler
2.  Mesin Uap ( Steam Engine)
3.  kondensor
4.  Pompa Kondensor ( Condensotr Pump)
5.  Pompa Pengisi ( Head Wate Rump)

Motor Bakar dalam ( Internal Conbustion Engine ).
- Pada motor bakar dalam , bahan bakar dibakar langsung dalam silinder tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar menggerakkan torak ( piston ) secara balik ini kemudian diubahmenjadi gerak berputar sebuah poros melalui sebuah engkol.
Selain Mesin diesel yang populer jenis-jenis lain mesin-mesin Bensin , Mesin Pijal ,dan Mesin Berbahan Bakar Minyak Tanah.

GARIS BESAR MESIN BAHAN BAKAR DALAM.
1.  Penggolongan menurut bahan bakar.
·                               Motor Gas ( Gas Engine )
·                               Motor Bensin ( Gasoline engine )
·                               Motor Bahan bakar Minyak tanah ( heiosere Engine)
·                               Motor Minyak Berat 9 heary Oil Engine )
2. Penggolongan Menurut Sistem Pengapian.

·                               Bensin dangan pengapian Listrik ( Electrik Ignition Engine )
·                               Mesin Bakar Kapal Bajar ( Hot Bolb ignition Engine )
·                               Motor Bakar dengan System Pengampatan.
Penyalaan dan penyemprotan langsung terjadi dengan Menyemburkan atau menyemprotkan bahan bakar ke dalam udara yang di manpatkan dalam sebuah selinder sehingga mencapai suhu tinggi.

3. Penggolongan Menurut Cara Kerja.

·                               Mesin 4 Tak( 4 cgele Engine )
Pada Mesin ini Satu situs kerja terdiri dari 2 putaran mesin ( poros engkol ) yaitu 4 langkah torak.

·                               Mesin 2 Tak ( 2 cgele Engine )
Pada Mesin ini satu situs kerja terdiri dari 1 putaran mesin ( poros engkol ) yaitu 2 langkah torak.

Cara Kerja Mesin 4 Tak.

·                               Langkah Hisab ( Suction Stroke )
Jika Torak bergerak dari TMA ke TMB udara bersih dihisap ke dalam silinder melalui katub hisap yang terbuka dan katub buang tertutup.

·                               Langkah Pengampatan ( Compretion Sroke )
Torak bergerak dari TMB ke TMA dan katub hisab dan katup buang tertutup , udara di dalam silinder dimampatkan atau di compresikan sehingga mencapai tekanan yang tinggi dan kenaikan suhu yang tinggi pula untuk mesin diesel tekanan kurang lebih 35 km2/600 derajat c.

·                               Langkah Usaha ( Expansion Stroke )
Karena dalam silinder mencapai suhu tinggi pada akhir langkah compresi bahan bakar yang dikabutkan melalui pengabut ( Fuel Injection Valae ) , secara otomatis menyala dan terbakar , pembakaran yang terjadi itu menciptakan tekanan dan suhu dalam silinder dan menciptakan tekanan , dan suhu dalam silinder dan mendorong torak kebawah menghasilkan mekanisme luar.

·                               Langkah pembuangan ( Exhause Stroke )
Setelah langkah usaha torak bergerak dari TMB ke TMA katub buang terbuka katub hisap tertutup sehingga Gas bakar dalam silinder terbuang keluar melalui katub.pembuangan.

Pembakaran Dalam Mesin.
Proses Pembakaran dalam silinder Mesin

Umumnya Perbandingan pemampatan dalam mesin diesel sebesar 12 : 1 jadi tekanan dalam silinder mesin menjadi kira-kira 30-55 kg Mc2.Pada akhir gerak pemampatan sementara itu suhu udara di dalam si;inder mencapai 500-700 deraja c , ditambah panas dinding-dinding , silinder dan gas-gas sisa bahan bakar yang disemprotkan kedalam silinder sebagai kabut , dicampurkan gengan udara panas itu pembakaran akan terjadi campuran bahan dari bagian yang terjadi campuran bahan bakar udara yang kondensasinya tepat suhu dan tekanan dalam silinder akan naik.

Pembilasa adalah mengeluarkan gas-gas sisa/bekas pembakaran dan memasukan udara baru ke dalam silinder.

Sistem Pembilasan :

Tekanan dalam silinder mesin diesel sangat tinggi dibandingkan dengan mesin pembakaran dalam lainnya selain itu bantalan poros engkol tidak dapat berkurang besar menurut konstruksi mesin ( bangunan mesin ).Jadi bantalan engkol harus dilumasi dengan cukup karena selalu mengalami tekanan tinggi.
Karena bahan yang diberikan pada bantalan ini tampakcelah yang besar tidak dapat diberikan untuk melumasi bantalan-bantalan dengan celah kecil perlu pelumasan , dibagi metode sebagai berikut ;

·                               Lempeng dudukan mesin ( bak minyak )
·                               Pompa minyak pelumas didalam mesin
1.  Pelumasan tekanan ( Pelumasan mekanis )
Minyak Pelumas diairkan kepermukaan yang bergesekanoleh pompa plunger yang dapat di atur dipasang tersusun daripada silinder mesin-mesin besar pompa ini di jalankan langsung oleh mesin.

2. Pelumasan Percikan
ada mesin-mesin tipe torak batang yang berkecepatan tinggi minyak pelumas dalam bak minyak dibawah melempeng dudukan mesin dipercikan keluar untuk melumasi silinder.

Pelumasan.

Menempatkan minyak pelumas diantara 2 permukaan bantalan yaitu permukaan yang bersinggungan dan bergerak satu terhadap yang lain disedut pelumasan.
Dengan pelumasan dapat dilakukan sebagai berikut ;
1.  Mengurangi keausan bantalan dengan Mengurai keausan bantalan dengan mengurangi gesekan diantaranya.
2.  Mendinginkanpermukaan bantalan dengan cara menyerap panas akibat gesekan.
3.  Membersihkan permukaan bantalan dengan caramembawa partikel akibat keausan.
4.  Membantu mengendapkan ( merapatkan ) celah diantara permukaan , umpamanya antaratorak dengan lapisan silinde antara poros engkol dengan bantalan.
Prinsip-prinsip Pelumasan.
Gesekan tanpa memperhatikan bagaimana kelicinan permukaan metal dilihat atau dirasakan , pada keadaan sebenarnya permukaan ini tidak merata , tetapi trdiri dari bagian yang rendah dan yang menjuran jika dilihat dengan kaca pembesar keadaannya seperti terlihat keadaan dibawah.

Jika setelah 1 permukan tergeser terhadap permukaan lain , sementara keadaan lain berkerja diatasnya , maka bagian-bagian yang tidak rata akan saling berkaitan dengan menahan gerak relatief pada pergeseran untuk mengatasi hambatan ini permukaan yang lebih keras akan menghilangkan sebagian permukaan.

Tapi pada saat yang sama juga akan kehilangan permukaan-permukaannya sendiri yang menjulang tahanan untuk bergeser ini disebut gesekan sedangkan hilangnya permukaan-permukaan yang menjulang mengakibatkan keausan.

Jika seatu beban atau gaya Fn=
bekerja tegak lurus menekan pada benda gerak terhadap benda lainnya.Akan timbil gaya Ft pada arah gerak untuk mengatasi melawan gesekan akibat gaya Fn.
Sacara angka gesekan diukur oleh apa yang disebut kuevisen gesekan dilambangkan dengan F dan dinyatakan sebagai perbandingan yang tangesial Ft hadap gaya Normal Fn.

F->Ft/Fn

Jika permukaan berhubungan langsung tanpa pelumasan disebut Gesekan Kering.
Selaput Minyak ; Semua minyak mempunyai kecendrungan untuk memancar dan bersifat menempel pada permukaan metal jadi selaput minyak yang tipis dapat diadakan diantara permukaan yang bergerak seperti diantara jurnal dan bantalan atau antara torak dan pelapis silinder tergantung pada selaput minyak tersebut kontak antara permukaan-permukaan metal dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali.Walaupun demikian tahanan geser antara permukaan akan tetap ada tetapi dalam bentuk lain.

Tahanan yang terjadi adalah antara diantara partikel-partikel selaput minyak itu sendiri.Hal ini disebut Gesekan Cair.Gaya yang diperlukan untuk melawan gesekan cair ini hanya sebagian kecil dari gesekan kering.Ketebalan selaput minyak yang akan terjadi diantara permukaan metal pada gerak relatif bergantung pada banyak hal tetapi yang terutama.
1.  Hasil Kerja akhir dari permukaan metal
2.  Tekanan Bantalan
3.  Kekentalan Minyak ( Viskositas )
4.  Kecepatan relatif dari bagian yang bergerak , khususnya bantalan dan jurnal yang berputar , ketebalan selaput minyak brgantung juga.
5.  Celah batas atau perbedaan antara diameter bantalan dan jurnal.
6.  Bentuk permukaan dari bantalan.
Selaput minyak benar-benar memisahkan dua permukaan metal disebut selaput tebal pada motor-motor besar ketebalan selaput berkisar 0,001-0,007 atau kira 0,0025-0018 cm , pada keadaan ini tidak terjadi tekananan bantalan bertambah sebagian minyak akan terpencar dan ketebalan selaput akan encer , sehingga bagian-bagian yang mendulang ke-2 permukaan saling kontak.

Pelumasan Bantalan Sederhana.

Jurnal yang berputar berfungsi sebagai pompa dengan sifat menempel daripada minyak gambar dibawah ini menggambarkan hal yang terjadi dibantalan pd berbagai jurnal.

Gaya putaran poros engkol dihantarkan ke kontak untuk memampatkan udara dalam silinder sampai suhu udara mencapai nilai turtentu dengan demikian bahan bakar yang disemprotkan dalam silinder dapat dinyakan.
1.  Untuk menjalankan mesin bakar dalam , poros engkol harus diputer cakap cepat atau dengan kecepatan minimum yang diizinkan suhu udara tertentu yang diperlukan untuk menjalan bahan bakar tidak mencapai kecepatan tertentu.
2.  Jika pemampatan silinder tidak cukup , suhu udara compresi tidak dapat mencapai suhu pelayaan bahan bakarrwalaupun kecepatan poros engkol dicepati.
Daya Guna
Daya Guna Panas-> M -> Rendamen.

Mi-> Panas Daya Guna/Panas masuk = Panas Masuk - Panas Keluar/Panas Masuk

Nilai Pembakaran -> Np adalah
Banyaknya panas ( kalori ) yang didapat dari pembakaran 1 kg bahan bakar.
Np-> kkal/kg

1 Dk jam = daya kuda jam
= 75 kg/m . 3600 detik/detik
= 75. 3600 kg.

1 Dk jam = 75.3600/427 kg/detik=kkal.3600kg/427kg
= 632 kkal.

1 kkal = 427 kg.


Panas yang Masuk/jam = Qm/jam = Bb . Np = .............. kkal.


Panas yang berguna = Qguna = Ni . 632 = ...............kkal.



Rendamen Thermis -> Mth = NI. 632 . 100%/ Bb . Np
= Yang berguna diporos/Yang berguna dimasukan keporos.
= Ne. 632............kkal / jam
= Ni . 632............kkal / jam

Rendamen Mekanis-> Mm = Ne/Ni

dibawah/poros dimasukan = Ne.632/Bb.Np = M total = Ne . 632/ Bb. Np

Pemakaian Bahan bakar spisipik ialah
Pemakaian bahan bakar tiap daya kuda tiap jam.

1. bi = Bb/ Ni = kg / kg /1 dk/ jam-> Pemakain Bb Spisipik Indikator.
2. be = bb/ Ni = kg / 1 dk / jam -> Pemakaian Bb Spisipik Efektif.

Lihat-> Mth= Ni. 632/bb.Np
= 1.632/bi.Np
= 632/bi.Np

M total = Ne. 632/Bb.Np
M total = 1/be. 632/Np
= 632/be.Np

M total = Mm. Mth

Bi =632/mth.Np

Np= 632/bi. Mth


Daya Indikator

Daya Indikator sebuah motor ditentukan sebagai :

·                               Dengan Diagram Indikator
·                               dengan menggunakan BHP ( Broke Horoc Power ) atom rem daya benda atau dengan diagram indikator yang diambil pakai alat indikator didapat diagram.
Daya Motor
Daya Indikator disebuah motor ditentukan sebagai berikut :

·                               Dengan Diagram Indikator
1.  Buat garis tegak lurus pada garis mendatar pada ujung-ujung garis mendatar.
2.  Buat melalui salah satu sudut tegak lurus garis sembarang.
3.  Pada garis sembarang tadi diukur 10 bagian yang sama pakai jangka di mulai dari sudut.
4.  Hubungkan ujung yang lain dengan 10 bagian yang tadi.
5.  Buat garis sampai dengan gari yang dibuat tempat melalui titik bagian tadi.Kemudian buat garis tegak lurus mendatar titik 10 bagian di garis datar.Diagram dibagi menjadi 10 bagian yang sama sepanjang langkah.
6.  Melalui pertengahan langkah dari 10 bagian tadi garis datar dibuat garis tegak lurus pada batas diagram diberi tanda panah.
7.  Garis yang di buat di 6 yang telah diberi tanda panah diberi nama h1,h2,h3,h4,h5,h6,h7,h8,h9,h10.
8.  Kemudian garis tebal diukur.
h1 = 13 mm + h2 = 23 mm + h3 = 24 mm + h4 = 19 mm + h5 = 14 mm + h6 = 12 mm + h7 = 9 mm + h8 = 7 mm + h9 = 6 mm + h10 = 5 mm

= Eh = 132 mm
h rata-rata = 132/10 = 1,32 m

Catatan : Pada waktu mengambial diagram tdai dapat digunakan pegas 9 per ) yang dapat mengembalikan besar kecilnya diagram jika digunakan pegas yang kesamaannya 1 kg/cm = 1 mm

maka panjang garis tekanan pada diagram ialah
pada tekanan 40 kg/ cm2 = 40 mm
tetapi jika pegas yang digunakan agak lemah ( pegas lemah ).
Misalnya : 1 kg/cm2 = 10 mm , Maka pada tekanan , 40kg/cm2 = 40 mm

Jadi, tingginya diagram tergantung pada pegas yang digunakan dengan kata lain tergantung pada adalah Pegas.
Luas. Tekanan = 4 = foree = kekuatan
( Luas . p ) -> Luas = q/4.D2
Usaha = Gaya . Jarak yang ditambah.
Gaya = Luas .p Langkah ( Usaha ).
Skala pegas = kg/cm2/mm

h rat-rata = Eh/10 atau pi = h2 . skala pegas
= mm . kg/cm2


Ketel Pipa Api
Keterangan ! Komponen.

·                               Tromol Uap
·                               Lemari air depan
·                               Lemari air belakang
·                               Pipa-pipa air
·                               Pipa-pipa sirkulasi
·                               Nipel pipa yang menghubungkan antara lemari air depan dengan kotak lumpur
·                               Kotak lumpur
·                               Pipa-pipa pendingin dinding belakang
·                               Kotak air bawah samping
·                               Pipa0pipa pendingin dinding samping
·                               Kotak air tengah samping
·                               Kotak air bawah belakang
·                               lemari Uap panas lanjut
·                               1,2,3,4 -> Penghembus telaga
·                               Penguat panas lanjut uap
·                               Memanas udara
·                               Jalanan udara belakang
·                               Jalanan udara samping
·                               Tingkap pengaturan udara
·                               Lobang masuknya brander
Ketel Pipa Air Type D
Keuntungan Ketel pipa air ( Water tube boiler ) dibandingkan Ketel pipa api ( Ketel schots ).
1.  Menghemat Instalasi perbandingan berat antara ketel schots dengan ketel pipa air dengan luas pemanas yang seimbang , dengan air pada permukaan kerja yang sama 3:1.
2.  Memungkinkan menggunakan tekanan dengan suhu yang lebih tinggi , dengan menggunakan instalasi turbin uap dapatlah diambil faidah yang terbesarnya dari tekanan dan suhu uap yang lebih tinggi sehingga memperkecil , serta beratnya untuk suatu tenaga tertentu.
3.  Penyesuaian mekanis yang lebih besar perlu beban tenaga uap yang tidak tetap naik/turun tidaklah baik untuk ketel uapketel schots dengan sirkulasi air / uap sangat kecil / rendah . terutama sekali pada waktu pembentukan uap maka cenderung terjadinya tegangan mekanik pada sambungan-sambungan flen pipa yang mengakibatkan timbulnya keretakan pada ketel.kerusakan ini tidak terjadi pada jenis ketel pipa air yang cepat dan penyesuaian struktur dari ketel.
4.  Pembentukan uap yang sangat cepat waktu yang diperlukan untuk pembentukan uap pada ketel pipa air dapat dicapai selama 20 menit , sedangkan ; ketel schots memakan waktu berjam-jam lamanya.
5.  Menghemat ruangan , baiknya siskulasi dan daya tahan yang tinggi terhadap tekanan uap yang tinggi , sehingga memungkinkan menghasilkan output yang tinggi pula , pada ketel jenis pipa air yang berukuran kecil bila dibandingkan dengan ketel schots.
6.  Lebih lama bila terjadi kerusakan karena hanya berisi air lebih sedikit ketel schots umumnya berisi air sebanyak 30 ton sehingga bahaya lebih besar bila terjadi kerusakan yang lebih serius , bila dibandingkan pipa ketel air yang berisi kurang lebih 9 ton.
7.  Dengan tekanan suhu yang tinggi maka akan didapatkan intalfi yang tinggi pula sehingga rendamennya akan lebih tinggi dari pada ketel schots.

Apendasi ketel Uap
adalah peralatan atau perlengkapan yang di pasang pada ketel uap yang digunakan agar ketel dapat berkerja aecara terus- menerus dengan aman.
Contoh ; Manometer

Apendasi yang berhubungan ruangan uap.
1.  Katub Keamanan
2.  Katub-katub Uap Utama
3.  Katub-katub Uap Bantu
4.  Katub Pembuangan atau aptap untuk supr ketel
5.  Katub cerat
6.  termometer
Apendasi yang berhubungan dengan ruangan air.
1.  Katub Pengisian Utama
2.  Katub Pengisian Bantu
3.  Gelas Penduga
4.  Katub Belowdor
5.  Mengatur air pengisian
6.  katub hidrometer
Apendasi menurut UUD uap pada sebuah ketel uap ;
Sebuah ketel uap utama dan beberapa katub uap bantu.

·                               Dua Buah Katub keamanan
·                               Satu Buah Manometer
Penjelasan
Jiak ketel dapat di Opak ( Pembakaran ) dari depan belakang m, maka pada setiap tempat pengopakan masing-masing dilengkapi satu buah manometer, dua buah gelas penduga atau pada salah satu tempat pengopakan dapat ditempatkan satu buah gelas penduga yang dipasang ditengah.

·                               Dua Buah Katub pengisian atau luminasi katup pengisian.
·                               Satu buah katub septi atau menurut kebutuhan.
1.  Katub Keamanan gunanya ;
·                               Untuk mencegah didalam ketel tidak melebihi dari tekanan kerja yang telah ditentukan menurut paraturan.
·                               Untuk segera menghentikan kerjanya ketel dengan mengeluarkan uap atau air sewaktu terjadi kerusakan pada ketel.
·                               Untuk segera bisa mengosongkan ketel jika oleh petugas dikarenakan pemeriksaan dengan segera.
2. Kaatub Uao Utama gunanya ;

·                               Untuk mengatur pemberian uap pada mesin induk.
3. Katub Uap Bantu gunanya ;

·                               Untuk mengatur aliran uap ke pesawat-pesawat bantu.
4. Manometer gunanya ;

·                               Untuk menunjukan tekanan lebih yang ada di dalam ketel uap dengan jelas dan tepat.
5. Gelas Penduga gunanya ;

·                               Untuk mengatahui sampai dimana tinggi permukaan air yang berada didalam ketel.

Soal -> Pengujian , Materi ;
1.  Dari sebuah keteluap pipa air diketahui rendamen ketel ; 89 % isi panans uap intelpi yang dihasilkan adalah 769,5 kkal/kg pemakaian bahan bakar 10.000 kkal/kg suhu air pengsian ; 55 derajat C.
Ditanyakan ;
a. Kelipatan Penguapan
b. Produksi Uap
c. Panas yang tidak dipergunakan per- 1 kg bahan bakar

Penyelesaian ;
diketahui ;
Mk = 89 %
1 uap = 769,5
G bb = 1150 kg/jam
No = 1o.ooo kkal/kg
tap = 55 derajat C

Ditanya ;
a. Kp
b. G uap
c. Q tidak digunakan per- 1 kg bb

Jawab ;
a. Mk = Kp ( 1 uap - tap ) / No . 100 %

89 % = Kp ( 769,5 - 55 derajat C ) / 1000 . 100 %

Kp = ( 769,5 - 55 derajt C = 89 . 100 %
714,5 Kp = 8900
= 8900/ 714,5
= 12,45

b. Kp = G uap/ G bb= 12,45 = G uap / 1150

G uap = 12,45 . 1150 = 14317,5 kg/jam

c. Q tidak digunakan per-kg

= ( 100- Mk ) % . No kkal / kg . bb
= ( 100- 89 ) % . 10.000 = 1100 kkal/kg . bb

2. Sebuah Ketel pipa dengan Pemakaian bb 32 ton/hari, nilai opak ; 10.000 kkal/kg suhu air pengisian ketel ; 100 %
adalah sebanyak 10 ton /jam isi panas yang dihasilkan ketel 771 kkal/kg

Ditanyakan ;
a. Kelipatan Penguapan
b. Panas pembentukan Uap kkal /jam dan kkal /kg
c. Rendamen ketel

Penyelesaian ;
diketahui ; Ketel pipa api
G bb = 32 ton/hari -> 32.000/24 = 1.333,3 kg/jam
No = 10.000 kg/jam
tap = 100 derajar C
G air = 16 taon/jam -> 16.000 lg/jam
1 uap = 771 kkal/kg

Ditanya
a .Kp
b. Q bentuk kkal/jam dan Q bentk kkal /kg bb
c. Mk

Jawab ; Air yang dimasukan kedalam ketel -> Produksi Uap
a. Jadi , G Air = G Uap
G uap = 16.000 kg/jam
G bb = 1.333,3 kg/jam
Kp = G uap /G bb = 16.000/1.333,3
=12,...

b. Q bentuk kkal/kg bb =
Kp ( 1 uap- tap )
12 ( 771 - 100 )
= 8050 kkal /kg

Q bentuk kkal/jam =
G uap ( 1 uap - tap )
16.000 ( 771 - 100 )
= 10.736.000 kkal/jam

c. Mk = Kp ( 1 uap - tap )/Np . 100 %
= 12 ( 771 - 100 )/ 10.000 . 100%
= 12 . 671 / 10.000 . 100%
= 80,52 %

Pemanas Uap Lanjut ( Super Heater )
-> Uap jenuh /uap basah yang diprekdisi oleh ketel dipanaskan lagi pada pemanas lanjut uap ( super heater ).
Tujuannya ; Untuk mendaptkan intelpi uap yang lebih besar lagi baik dibandingkan dengan pemakaian uap jenuh.

Perlengkapan Ketel Uaap ( Boiler Fiting )
yaitu peralatan / perlengkapan dari bagian ketel uap yang diperlukan untuk pelayanan yang sewajarnya dari ketel uap tersebut.

·                               Standar perlengkapan yang ada didalam Drum Uap ( Internal Fitting )
1.  Internal Feed Pipe ( Pengisian Air Ketel Didalam Drum ).
2.  Internal Blow Pipe ( Pipe Peniup Kolom Yang Ada di Drum ).
3.  Beffes ( Pelindung /Penyekat ) , untuk memindahkan uap dengan air di dalam drum ( Sparator ).
4.  Dray Pipe yaitu Pipe Pengering.
5.  Desuper Heater yaitu untuk menurunkan intelpi uap.
·                               Standar perlengkapan yang ada diluar Drum Uap
1.  Main Steam Stop Valve - Katup uap induk untuk mengatur uap yang akan masuk kedalam mesin induk.
2.  Auxalary steam Stop Valve - Katup Uap Bantu untuk mengatur ua yang akan masuk kedalam mesin bantu.
3.  Faad Stop and Feed cheek valve yaitu Katup sebagai pengisi air ketel.
4.  surpall Blow valve yaitu Katub Pembuangan Kotoran dari permukaan air ketel.
5.  Safety Valve yaitu Katub Keamanan untuk mengatur tekanan didalam Drum Uap tidak berlebihan.
6.  Manometer Uap untuk mengetahui tekanan yang ada didalam ketel uap.
7.  Gelas Penduga untuk mengetahui air yang ada didalaam ketel uap.
Motor Diesel 2 Tak
Keterangan ! Komponen
1.  Cylinder Liner
2.  cylinder Head
3.  workig Piston
4.  Piston Road
5.  Connecting
6.  Crank shaft
7.  Crank Pin and bearing
8.  Main Bearing
9.  Nozzle Injektor
10.                     Piston Ring / Comparess
11.                     Groshead and Pin
12.                     Exhaust Valve
13.                     Cansshaft
14.                     Pushroad
15.                     Rocker Arm
16.                     Guide shoes
17.                     Fondation
18.                     Crank Case
19.                     Inlet Main fold
20.                     Exhaust Main fold
21.                     Inlet valve spring
22.                     Exhaust valve spring
Motor Diesel 4 Tak
Keterangan ! Komponen
1.  Cylinder Liner
2.  Cylinder Head
3.  Piston
4.  Connecting Road
5.  Crank Shaft
6.  Crank Pin
7.  Crank Pin and bearing
8.  Main Bearing
9.  Nozzle Injektor
10.                     Compresion Ring
11.                     Oil Scrapen ring
12.                     Piston Pin
13.                     Inlet Valve
14.                     Exhaust Valve
15.                     Camp Shaft
16.                     Push Road
17.                     Fondation
18.                     Crank Case
19.                     Inlet Rocker Arm
20.                     Exhaust Rocker Arm
21.                     Inlet valve spring
22.                     Exhaust valve spring

Bagian - bagian Utama dan fungsi mootor diesel 4 Tak
1.  Silinder Liner berfungsi sebagai tempat bergeraknya torak bekerja keatas dan kebawah.
2.  Cylinder Head berfungsi sebagai penutup Cylinder Liner , supaya ruang kedap didalam silinder.
3.  Piston berfungsi sebagai penampung proses kerja termasuk proses pembukaan didalam silinder.
4.  Connecting Road berfungsi sebagai penerus gerakan Crank shaft dalam merubah gerakan lurus menjadi gerakan ayun ( putar ).
5.  Crank Shaft berfungsi sebagai penerima gerakan putar untuk perodak ( output ) , berbagi keperluan ( penggerak baling-baling 0.
6.  Crank Pin adalah bagian dari crank shaft untuk dudukan metal jalan.
7.  Crank Pin Bearing adalah metal jalan dudukan Connecting Road.
8.  Main Bearing adalah metal duduk mendukung dudukan crank shaft.
9.  Noozzle Injektor adalah Pengabut bahan bakar leburan dimasukan kedalam ruang pembakaran.
10.                     Compresion Ring berfungsi sebagai Ring pengendap silinder untuk tujuan pengendapan compresi.
11.                     Oil Scraper Ring berfungsi sebagai pelumas untuk melumasi secara di sekrap silinder liner yang dilumasi untuk tidak terikut keruang pelumas pembakaran ( keakurasian saat pemasangannya ).
12.                     Piston Pin Berfungsi sebagai hubungan gerakan piston.
13.                     Inlet Valve berfungsi sebagai pembuka dan penutup / lubang masuk udara silinder.
14.                     Exhaust Valve berfungsi dengan membuka dan penutup pintu / lubang buang mengelurkan gas.
15.                     Cary shaft berfungsi sebagai pengaturan pembukaan/ penutupan katub-katub dan pompa bahan bakar bosch.
16.                     Push Road berfungsi sebagai pemindah gerakan Camp shaft ke Valve melalui Rocker arm
17.                     Fundation -> Pondasi Mesin.
18.                     Crank Case -> Poros Engkol menampang pelumas ( oil fuel ).
19.                     Inlet Roker Arm adalah penghubung gerakan pembukaan / penutupan inlet valve oleh push road.
20.                     Exhaust Roccker Arm adalah penghubung gerakan pembukaan / penutupan exhaust valve oleh push road.
21.                     Inlet Valve spring berfungsi mengembalikan gerakan oleh gerakan inlet oleh push road.
22.                     Exhaust Valve spring Berfungsi sebagai mengembalikan gerakan Exhaust Valve oleh push road.
Diagram P-V ( diagram Theoritis )
DiagramP-V adalah diagram theoritis mempunyai tekanan dan volume , yang menggambarkan hubungan tekanan dan volume dari proses dalam silinder dari motor yang berkerja.

volume -> Isi -> semua yang mempunyai ukuran
Berat -> Masa -> semua yang mempunyai Berat

Diagram Engkol
Diagram Engkol adalah diagram yang menggambarkan kedudukan engkol dari poros engkol terhadap pembukaan dan penutupan katub masuk , katub buang maupun katub bahan bakr dari pengabut.
Pada motor 4 tak baik motor bensin maupun motor diesel kita mengenal adanya katub masuk dan katub buang , sedangkan pada motor 2 tak bensin atau disel kita mengenal adanya lubang masuk dan lubang buang atau katub buang.
Penggunaan lubang masuk dan lubang buang terdapat pada pembilasan melintang atau membalik atau memutar dimana lubang-lubang tersebut berada di silindernya , sedangkan penggunaan lubang masuk dan katub buang terdapat pada pembilasan melintang.
Menggenal pembilasan-pembilasan ini , jelas didapat secara rinci saat kita mempelajari pembilasan pada motor 2 tak.

Diagram Indikator ( diagram praktis )
Diagram Indikator menggambarkan prosas-prosas dalam silinder mesin yang sedang bekerja pada diagram P-V ( disedut juga diagram theoritis ) adalah pada saat mendisain suatu mesin.
bila menggunakan pegas keras ( hard spring ) maka yang tergambar proses kompresi dari Exprensi saja , namun bila menggunakan pegas bawah ( light spring ) , maka bergambar proses pemasukan sebagian pembuangan saja.
Guna Diagram indikator adalah untuk mengetahui tekanan rata-rata indikator ( pi ) hal mana sangat diperlukan untuk menghitung tenaga tiap silinder alat Indikator ini dipasangkan pada Indikator Cock namun sebelumnya harus sudah membersihkan baik indikator cock maupun alat indikator tersebut dari karat-karat.

Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pengambilan diagram indikator adalah sebagai berikut ;

·                               Putaran harus mencapai full speed head.
·                               Tekanan-tekanan dan suhu-suhu harus sudah bekerja normal.
·                               Kapal harus dengan muatan ( full loaded ).
Pada saat torak bergerak turun-naik batang torak atau kepala silang juga bergerak naik-turun , gerakan ini menggerakan juga tali melalui sambungan tuas ke batang torak selanjutnya indikator cock dibuka penuh gas buang yang keluar melalui katub ini diterima langsung oleh alat indikator menggerakan jarum melalui tuas indikator gerakan jarum melalui tuas indikator gerakan jarum ini ( jarum Menempel ).
Tekanan rata-rata indikator adalah tekanaan indikato masing-masing silinder dijumlahkan kemudian dibagi jumlah silinder , tidak sama besaranya karena pengaruh seperti antara lain ;
kondisi cap cleaname dari Piston Ring , Kebocoran compresi , Pembakaran jenis bahan bakar dan lainnya.
Pada Mesi Konvensional dilengkapi alat pi motor dimana alt ini langsung menunjukan , Tekanan rata-rata indikator setelah dipasangkan pada alat indikator cock yang dibuka penuh alat ini seperti halnya preeage gange ( manometer ) biasanya menggunaka alat ini sangat praktis dibandingkan yang lainnya.
Dari diagram indikator tersebut perlu diketahui luas diagram menggunakan PLANIMETER , planimeter mempunyai 2 titik , titk pertama berfungsi sebagai titik pusat sedangkan yang ke dua mengintari gambar diagram , hingga kembali ketitik I lagi start dan finish kembali ke satu titik pada meteran langsung terbaca luas diagramnya.
isalnya : Luas diagram diambil A mm2 dan Panjang diagran h = A dengan mengambil ; skala pegas .
Misalnya I mm = dapat dihitung karena tinggi diagram berbanding lurus dengan skala pegas .Jelasnya besarnya Pi = Skala Pegas . h dalam satuan bar.

Setelah Pi didapat maka tenaga indikator tiap silinder dapat dihitung menggunakan rumus tenaga seperti.

Pi = 0,785 . D2 . s. n. z
Pi = 100 9 2tak ) . dari rumus tersebut
d= diameter silinder dapat diketahui dari data-data begitu juga , s = Langkah torak , n = Putaran dari Jumlah silinder , Namun Pi hanya dapat diketahui dari diagram indikator tekanan rata-rata indikator dapat dipantau atau di cari ;

·                               pi Motor.
·                               diagram Indikator menggunakan planimeter .
·                               Membagi - bagi diagram indikator menjadi 10 bagian.
Bila planimeter tidak tersedia dikapal , sedangkan alat indikator diambil , maka diagram tesebut dibagi menjadi 10 bagian menghasilkan tinggi-tinggi diagram tinggi rata-rata diagram.

Jumlah semua tinggi diagram/10.
Diposkan oleh eri duwi rochzidin di 22.13

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar